3.12.2013

Mengenal Harta Tahta dan Wanita (Bag.1)

 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Pada masa sekarang ini betapa banyak telah kita saksikan kasus kasus korupsi yang menunjukkan bahwa rakus harta telah menyebabkan pelakunya masuk penjara, jabatan melayang, tidak sedikit karena wanita juga banyak yang masuk penjara, tidak sedikit karena menyalah gunakan jabatan, yang akibatnya juga masuk penjara. 
Gambar Ilustrasi
Contoh kasus yang sedang hangat adalah kasus simulator SIM di Mabes Polri yang melibatkan salah satu petingginya. Dimana setelah ditelusuri oleh KPK, petinggi tersebut mempunyai harta yang berlimpah, property yang banyak dan memiliki 3 istri yang salah satunya adalah pemenang Putri Solo Tahun 2008. Ga tanggung tanggung SEORANG PUTRI SOLO coy..!!. Walaupun memang untuk kasus ini belum terbukti benar di persidangan. 

HARTA.
Point yang pertama mengenai kepemilikan harta dalam agama islam, dapat dilihat dari beberapa sudut pandang, yaitu: 

1. Harta sebagai amanah dari Allah SWT. 
Harta merupakan amanah bagi manusia, karena manusia tidak mampu mengadakan sesuatu benda dari tiada menjadi ada. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Albert Einstein (seorang ahli Ilmu Fisika), manusia tidak mampu menciptakan energi; yang mampu manusia lakukan adalah mengubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi lain. Jadi pencipta awal segala energi adalah Allah SWT. 

2. Harta sebagai perhiasan hidup manusia. 
Manusia memiliki kecenderungan yang kuat untuk memiliki, menguasai, dan menikmati harta, namun demikian manusia harus sadar bahwa harta yang dimilikinya hanyalah merupakan perhiasan selama ia hidup di dunia. Sebagai perhiasan hidup, harta seringkali menyebabkan keangkuhan, kesombongan, serta kebanggaan diri sebagaimana yang diungkapkan dalam Surah Al ‘Alaq ayat 6-7.

كَلَّا اِنَّ الْإنْسَنَ لَيَطْغَى
"Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas"

أن رَّءَاهُ اٌسْتَغْنىَ
“karena Dia melihat dirinya serba cukup.”

3. Harta sebagai ujian keimanan. 
Dalam memperoleh dan memanfaatka harta, harus kita perhatikan apakah telah sesuai atau tidak sesuai dengan ajaran Islam. Dalam Surah An Anfaal ayat 28 dikemukakan bahwa sesungguhnya harta dan anak-anak adalah suatu cobaan dari Allah SWT.

وَاعْلَمُوآأَنَّمَأ أَمْوَلُكُمْ وَأَوْلَدُكٌمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اٌللّهَ عِنْدَهُوأجْرٌعَظِيمٌ
dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar

4. Harta sebagai bekal ibadah. 
Dengan memiliki harta maka kita dapat melaksanakan perintah Allah SWT dan melaksanakan muamalah di antara sesama manusia melalui kegiatan zakat, infak dan sedekah sebagaimana yang dikemukakan dalam Al Quran.

اَنفِرٌواخِفَا فاًوَثِفَّالًا وَخَهِدٌوبِأَمْوَ لِكٌمْ وَأَنْفٌسِكٌمْ فِ سَبِيلِ آٌللَهِ، ذَلِكٌمْ خيرُ لَّكٌمْ إِنْكٌتٌمْ تَعّْلَمُو نَ 
“Berangkatlah kamu baik dalam Keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” At Taubah Ayat 41.
إِنَّمَاالصَّدَقَتٌ لِلْفَرَآءِ والْمَسَكِينِ والْعَمِلِينَ عَلَيْهَا والْمٌءَالَّفَةِ قٌلٌو بٌهٌـمْ وَفِ الرَّقَا بِ والْغَرِ مِينَ وَفِ سَبِلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ, فَرِيضَةًمِنَ اللَّهِ, وَاللَّهٌ عَلَيمٌ حَكِيمٌ
“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” At Taubah Ayat 60.
وَسَارِعُواإِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَّبِكُمْ وَجَنَةٍ عَرْ ضُهَاالسَّمَوَتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ .١٣٣

الَذِينَ يُنفِقُونَ فِ السَّرَّآءِوالضَّرَّآءِوالْكــــــظِمِينَ الْغَيْظَ والْعَافِينَ عَنِ النَّا سِ، وَاللَّهُ يُحِبَّ الْمُحْسِنِينَ .١٣٤
"dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” Al Imran Ayat 133-134.

TAHTA
Memiliki jabatan yang tinggi merupakan cita-cita kebanyakan orang. Sesulit apapun jalan yang harus ditempuh untuk mencapainya, dilakukan dengan sepenuh hati bagaimanapun caranya. Pada kenyataannya tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk memilikinya, meskipun mungkin telah melakukan cara-cara yang sama dalam memenuhi segala persyaratan yang ada untuk mendapatkan jabatan tersebut.

Untuk ukuran saat ini hanya orang-orang yang memiliki uang milyaran rupiah yang bisa menduduki jabatan tinggi di kursi pemerintahan. Yang hanya memiliki uang pas-pasan, cukup menduduki jabatan sebagai pemimpin bagi dirinya sendiri. 

Tahta erat kaitanya dengan kepemimpinan. Namun Islam mempunyai kriteria kepemimpinan atau seorang pemimpin, yaitu: 

1. Menggunakan Hukum Allah. 
Dalam berbagai aspek dan lingkup kepemimpinan, ia senantiasa menggunakan hukum yang telah di tetapkan oleh Allah SWT ;
يَـــــأَ يَّحُّاالَّذِينَ ءَامَنُواأَطِيعُوااللِّهَ وَأَطِيعُواالرَّ سُو لَ وَأُوْلِى الْأَمْرِ مِنْكُمْ ; فَاِنْ تَنَزَعْتُم فِ سَىْءٍفَرٌدُّوهُ إِلَى اللَّهِ والرَّسَو لِ اِن كٌنْتُمْ تُو تٌوأمِنُو نَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْأَخِرِ,ذَلِكَ خَيرٌوأَحْسَنَ تَأْ وِيلآً

"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya". An Nisa ayat 59

2. Tidak meminta jabatan, atau menginginkan jabatan tertentu. 
"Sesungguhnya kami tidak akan memberikan jabatan ini kepada seseorang yang memintanya, tidak pula kepada orang yang sangat berambisi untuk mendapatkannya".(HR Muslim).

"Sesungguhnya engkau ini lemah (ketika abu dzar meminta jabatan dijawab demikian oleh Rasulullah), sementara jabatan adalah amanah, di hari kiamat dia akan mendatangkan penyesalan dan kerugian, kecuali bagi mereka yang menunaikannya dengan baik dan melaksanakan apa yang menjadi kewajiban atas dirinya".(HR Muslim).

Kecuali, jika tidak ada lagi kandidat dan tugas kepemimpinan akan jatuh pada orang yang tidak amanah dan akan lebih banyak membawa modhorot daripada manfaat, hal ini sebagaimana ayat ;
قَالَ اجْعلْنِى عَلَى خَزَآءِىنِ الْأَرْضِ، إِنِّى حَفِيظٌ عَلِيمٌ

"Jadikanlah aku bendaharawan negeri (mesir), karena sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga berpengetahuan". ( Yusuf ayat 55.
Dengan catatan bahwa amanah kepemimpinan dilakukan ;
  1. Ikhlas.
  2. Amanah.
  3. Memiliki keunggulan dari para kompetitor lainnya.
  4. Menyebabkan terjadinya bencana jika dibiarkan jabatan itu diserahkan kepada orang lain
3. Kuat dan amanah
قَالَتْ إِحْدَىهُمَا يَأَبَتِ اسْتَئْجِرْهُ,إِنَّ جَيْرَمَنِ اسْتَئْجَرْتَ الْقَّوِىُّ الّأَمِينُ 
"Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya." (Al Qashash ayat 26).

4. Profesional
"Sesungguhnya Allah sangat senang pada pekerjaan salah seorang di antara kalian jika dilakukan dengan profesional" (HR : Baihaqi)

5. Tidak aji mumpung karena KKN
Rasulullah SAW, "Barang siapa yang menempatkan seseorang karena hubungan kerabat, sedangkan masih ada orang yang lebih Allah ridhoi, maka sesungguhnya dia telah mengkhianati Allah, Rasul-Nya dan orang mukmin". (HR Al Hakim).

Umar bin Khatab; "Siapa yang menempatkan seseorang pada jabatan tertentu, karena rasa cinta atau karena hubungan kekerabatan, dia melakukannya hanya atas pertimbangan itu, maka seseungguhnya dia telah mengkhianati Allah, Rasul-Nya dan kaum mukminin". 

6. Menempatkan orang yang paling cocok. 
"Rasulullah menjawab; jika sebuah perkara telah diberikan kepada orang yang tidak semestinya (bukan ahlinya), maka tunggulah kiamat (kehancurannya)".(HR Bukhari).


Sumber :
  1. MerzaGamaL:edukasi.kompasiana.com/2012/12/06/harta-dalam-pandangan-al-quran. 
  2. Doddy Koesdijanto:new.drisalah.com/index.php/inspirasi/25-pemimpin-dalam-islam.html 
  3. www.arabic-key.com 
  4. Google.com

Description: Mengenal Harta Tahta dan Wanita (Bag.1) Rating: 4.5 Reviewer: Priyo - ItemReviewed: Mengenal Harta Tahta dan Wanita (Bag.1)
Read more »»  

2.25.2013

Besaran Cahaya dan Penerangan Buatan (Bag.2)

Sumber Cahaya Penerangan Buatan 

Dalam bangunan digunakan berbagai macam lampu. Secara umum lampu lampu digolongkan atas lampu pijar, lampu fluoresen(Lampu Neon), lampu metal halida, lampu merkuri dan lampu sodium. 
Lampu lampu tersebut dibedakan atas :

  1. Konstruksi dan cara bekerjanya.
  2. Persyaratan untuk mengoperasikanya.
  3. Mutu cahaya yang dihasilkan oleh lampu, termasuk warna cahaya.
  4. Effisiensi, yang umumnya dinyatakan dalam perbandingan antara lumen dan watt.
  5. Life time lampu.
  6. Depresiasi cahaya yang dipancarkan sesuai dengan usia penggunaan.
  7. Ragam daya lampu(watt) dan konfigurasinya pada penggunaan.

1. Lampu Pijar 

Lampu pijar mempunyai efficiency yang rendah, sehingga biayanya menjadi tinggi. Namun dari segi arsitektural, lampu pijar dapat menonjolkan unsur dekoratif sehingga sering digunakan sebagai lampu sorot.

Gambar 01. Lampu pijar

Lampu pijar mempunyai banyak ragam, antara lain : lampu pijar standart, lampu halogen(MR), dan lampu reflector dan mempunyai rentang daya 5 – 500 watt. 

Pada lampu pijar, cahaya dihasilkan akibat panas yang dihasilkan oleh filament. Makin panas filament, makin efisiensilah lampu pijar tesebut. Namun bila menimbulkan panas yang berlebih, maka akan mengurangi life time lampu tersebut. 

Ada beberapa hal yang mengurangi efisiensi pengkonversian energy listrik menjadi cahaya; dari 100% daya yang diterima oleh filament : 
  • 72% menjadi panas yang diakibatkan oleh sinar infra merah.
  • 18% menjadi radiasi panas
  • 6% - 12% menjadi cahaya 
Suhu lampu berkisar antara 37o – 260o C dan biasanya menghasilkan suhu cahaya sekitar 2700o – 3200o K. 

Kemudian lampu jenis lainya yang sering digunakan adalah lampu gas, yaitu lampu yang dapat diisi dengan bermacam macam gas sehingga menimbulkan efek warna : 
  • Gas neon menimbulkan warna jingga atau merah 
  • Gas helium menimbulkan warna putih.
  • Gas natrium menimbulkan warna putih.
  • Gas xenon menyamai cahaya matahari.
  • Campuran gas neon, argon, dan uap air raksa menimbulkan warna biru.

2. Lampu Fluorescen


Lampu Fluorescen (Lampu Tubular/tube Lamp(TL)/TLD,Power Light(PL),Soft Light(SL))mempunyai effisiensi tinggi, sehingga biaya rendah. Disamping itu, lampu ini memberikan suasana sejuk dan dapat memantulkan warna benda seperti aslinya.
Oleh karenanya, lampu jenis ini baik digunakan untuk penerangan umum. Penggunaan lampu TL lebih disukai dibandingkan lampu pijar, karena : 
  • Menghasilkan 3 - 5 lumen perwatt.
  • Usia lampu 7 – 20 kali lampu pijar
  • Menghasilkan panas yang lebih kecil
  • Dapat tetap beroperasi pada suhu rendah sampai -280C
  • Suhu lampu maksimal 400
Lampu TL mempunyai daya antara 10 – 60 watt, lampu PL mempunyai daya anatara 5 – 36 Watt, Lampu SL mempunyai daya 9, 13, 18 dan 25 watt. Lampu fluoresen mempunyai banyak ragam seperti gambar dibawah ini. 


Gambar 02. Jenis Jenis Lampu Fluorescen


Distribusi energy yang dihasilkan oleh lampu fluorescen kira - kira : 

  • 20% menjadi radiasi ultra ungu 
  • 30% menjadi panas infra merah 
  • 40% menjadi radiasi panas 
  • 5% menjadi cahaya

3. Lampu Metal Halida, Merkuri, dan Sodium

Lampu jenis ini cocok untuk penerangan di luar bangunan. Banyak digunakan untuk penerangan jalan, tempat parkir, dan penerangan tempat olahraga. 

Lampu metal halide mempunyai daya antara 250 – 2000 watt, lampu merkuri mempunyai daya antara 50 - 1000 watt, lampu sodium tekanan rendah mempunyai daya antara 18 – 180 watt dan sodium tekanan tinggi 35 – 1000 watt. Lampu sodium tekanan tinggi sendiri terdapat dua jenis yaitu lampu sodium dengan tabung baur dengan kode SON dan SON-H dan lampu sodium dengan tabung jernih dengan kode SON-T.


Gambar 03. Lampu Metal Halida dan Sodium


Karakteristik dari berbagai jenis lampu dapat dilihat pada table dibawah ini :


Tabel 01. Karakteristik Lampu
Distribusi cahaya

Distribusi cahaya terdiri dari cahaya langsung, tidak langsung dan baur atau menyebar(diffuse). 

Distribusi cahaya langsung( direct lighting ) bila 100% cahaya mengarah ke bawah, dan sebaliknya disebut tidak langsung( indirect lighting ) jika 100% cahaya mengarah ke atas. Distribusi diantara 100% mengarah ke atas dan 100% mengarah ke bawah disebut cahaya baur/menyebar. 


Distribusi cahaya sebagian tidak langsung( semidirect lighting) sekitar 60 - 90% cahaya mengarah ke atas dan hanya sekitar 10 – 40% cahaya yang mengarah ke bawah. Pada distribusi cahaya langsung tidak langsung( direct indirect lighting ) cahaya yang mengarah ke atas dan keawah berimbang ( sekitar 50% mengarah keatas dan 50% kebawah). 

Warna langit langit dan dinding akan mempengaruhi pantulan cahaya :
  • Warna putih dan mengkilap akan memantulkan cahaya sekitar 80%
  • Warna hitam(tidak mengkilap) tidak memantilkan cahaya
  • Warna antara hitam dan putih akan memantulkan cahaya sesuai tingkat kecerahan dan kondisi tekstur permukaan bahan

Tabel 02.Jenis lampu berdasarkan peruntukan
Penempatan lampu dengan berbagai jenis reflektor akan menyebabkan perbedaan arah cahaya yang dihasilkan, demikian pula halnya dengan penggunaan kisi kisi(diffuser) dan kap lampu. 

Semoga bermanfaat.
Sumber :
  1. Google.com
  2. PANDUAN SISTEM BANGUNAN TINGGI, Ir, MSAE, Juwana S., Jimmy.


Description: Besaran Cahaya dan Penerangan Buatan (Bag.2) Rating: 4.5 Reviewer: Priyo - ItemReviewed: Besaran Cahaya dan Penerangan Buatan (Bag.2)
Read more »»  

2.15.2013

Besaran Cahaya dan Penerangan Buatan(Bag. 1)

Besaran Cahaya
Cahaya adalah energi yang berbentuk gelombang elekromagnetik yang kasat mata dengan panjang gelombang sekitar 380–750 Nanometer(nm). Pada bidang fisika, cahaya adalah radiasi elektromagnetik, baik dengan panjang gelombang kasat mata maupun yang tidak. Selain itu, cahaya adalah paket partikel yang disebut foton. Kedua definisi tersebut merupakan sifat yang ditunjukkan cahaya secara bersamaan sehingga disebut "dualisme gelombang-partikel"( Wikipedia.com ).
Gambar 01. Cahaya
Dalam dunia Teknik elektro, cahaya merupakan materi ilmu pengetahuan yang dipelajari dalam hal rekayasa teknik untuk sistem penerangan, dalam hal ini ialah konversi energy listrik menjadi energy cahaya, kemudian system perancangan, disain dan implementasinya untuk penerangan bangunan, jalan raya dan lain sebagainya.
Berbicara mengenai besaran cahaya dan penerangan buatan, adalah perlu membahas terlebih dahulu aspek aspek pendukungnya seperti arus cahaya, kuat cahaya dan lain sebagainya.

Arus cahaya (Luminous Flux) yang dinyatakan dalam F atau f adalah banyaknya cahaya tampak yang dipancarkan oleh sumber cahaya dalam setiap detik. Arus cahaya dinyatakan dalam satuan Lumen, dimana 1 lumen = 1/680 Watt cahaya( Light Watt) atau 1 watt cahaya = 680 Lumen.

Jika didefinisikan, maka watt cahaya merupakan banyaknya energy cahaya yang dapat terlihat, yang dipancarkan pada gelombang 555 nm( 555x10-9meter). Sedangkan Lumen adalah banyaknya energy cahaya yang diterima oleh permukaan lengkung/bola seluas 1ft2 dengan radius 1 ft dari sumber cahaya sebesar 1 lilin( candela) yang berada di titik pusat bola( Gambar.01 ).
Gambar 02. Korelasi antara Lumen/Flux dan Kuat Cahaya
Ilnuminasi atau kuat cahaya( Illuminasi atau illuminance), yang biasanya dituliskan dalam notasi “E”, adalah banyaknya arus cahaya yang menerpa permukaan bidang lengkung persatuan luas( lux/m2 ) atau footcandle – lumen/ft2). 

Luminasi atau kecemerlangan (Luminance atau brightness) adalah terang permukaan yang ditimbulkan dari itensitas cahaya terhadap luas permukaan. Pengertian lain menyebutkan sebagai kuat cahaya yang dipantulkan dan dilihat oleh mata manusia. Notasi yang digunakan adalah “L” atau “B” dengan satuan cd/m2 atau cd/cm2 (Stilb) atau cd/ft2 (foot lambert), dimana 1 foot lambert = 10,764 cd/m2.
Gambar 03. Hub. antar besaran cahaya

Dari definisi tersebut diatas, kita memperoleh hubungan antar besaran cahaya( Gambar. 03) sebagai berikut : 

E = I/R2
Dimana :
E = Kuat Cahaya (lux) 
I = Intensitas Cahya(lilin atau Candella) 
R = Jarak dari suber Cahaya ke permukaan(meter)

ERata-rata = Ф/A
Dimana : 
Ф = Arus Cahaya (Lumen)
A = Luas permukaan (m2)

I = Ф/ω
Dimana : 
I = Intensitas Cahaya(Candella)
Ф = Arus cahaya (Lumen)
ω = Sudut Ruang(Radial)

L = I/Aa
Dimana : 
L = Luminasi (cd/m2)
I = Intensitas cahaya (cd/m2)
Aa = Bidang yang diterangi (m2)

L = ( E x ρ )/phi
Dimana: 
E = Kuat cahaya (Lux)
ρ = Faktor refleksi permukaaan
ρ = 0,70 untuk warna putih terang
ρ = 0,50 untuk warna terang
ρ = 0,10 untuk warna gelap
phi = 3,14..

Penerangan Buatan
Cahaya yang paling umum digunakan untuk merancang penerangan buatan adalah menentukan tata letak lampu yang dapat memberikan kuat cahaya pada bidang datar yang letaknya berada disebelah bawah dari letak sumber cahaya.

Metode ini membutuhkan arus cahaya ( dalam lumen ) yang akan digunakan untuk menetukan kuat cahaya tertentu :

E = (Ф. N. U . M)/A
Dimana :
Ф = Arus cahaya (Lumen )
N = Jumlah lampu yang dipasang
U = Faktor Utilitas
        U = 0,45 untuk distribusi cahaya langsung
        U = 0,20 untuk distribusi cahaya tidak langsung
        U = 0,30 untuk distribusi cahaya diffuse
M = Faktor perawatan
        M = 0,9 untuk ruang dengan system tata udara
        M = 0,8 untuk ruang standar
        M = 0,5 untuk ruang yang selalu kotor( industry)
A = Luas bidang datar (m2)

Untuk memperoleh tingkat kenyamanan dan kelancaran operasional bagi penghuni/ pengguna bangunan dalam melakukan aktifitasnya, maka setiap kegiatan atau fungsi ruang mempunyai kuat penerangan yang berbeda.( Tabel 01 dan 02).



Tabel 01. Rekomendasi untuk penerangan umum



Tabel 02. Rekomendasi Untuk penerangan rumah sakit

TO BE CONTINUED
Description: Besaran Cahaya dan Penerangan Buatan(Bag. 1) Rating: 4.5 Reviewer: Priyo - ItemReviewed: Besaran Cahaya dan Penerangan Buatan(Bag. 1)
Read more »»  

2.02.2013

Diameter Pipa Air Bersih Untuk Bangunan

Dalam merancang kebutuhan air bersih khususnya dalam bangunan bangunan besar, yang membutuhkan banyak percabangan dalam pembagian jalur distribusinya, adalah sangat perlu dihitung terlebih dahulu besaran dari diameter pipa yang akan digunakan, sehingga kapasitas aliran air dapat merata dan sesuai dengan kebutuhan aliran masing masing unit alat plumbing yang digunakan.

Dasar perhitung adalah dengan menggunakan standar acuan American National Standards Institute (ANSI), dimana satuan unit alat plumbing menggunanakan satuan WSFU (The Water Supply Fixture Units), yaitu satuan suplai air berdasarkan jenis alat plumbing yang digunakan. Satuan WSFU ini merupakan kode umum yang digunakan untuk alat alat plumbing, dimana 1 WSFU = 1 GPM = 3.79 liter/minute.

Berikut ini tabel Water Supply Fixture Units (WSFU) yang didefinisikan oleh the Uniform Plumbing Code (UPC).


                Tabel 01.A WSFU


                   Tabel 01B. WSFU


 Tabel 02. Unit Peralatan Plumbing

Setelah kita memahami Tabel diatas, barulah kita mulai mencari diameter pipa yang akan kita gunakan.



Gambar 01. Layout dan Isometric Plumbing Kamar Hotel 

Diameter Pipa 

Penentuan diameter pipa yang akan digunakan untuk distribusi air bersih ditinjau satu persatu dimulai dari alat plambing yang terjauh dari setiap lantai dan selanjutnya diteruskan mencari diameter pipa yang dibutuhkan dan mengalirkan air yang cukup untuk suatu alat plambing sesuai dengan ketentuan masing-masing alat. 

Diameter pipa untuk distribusi air bersih dapat dihitung berdasarkan kecepatan aliran air dengan rumus utama :

Q = V. A
dimana :
Q = Laju aliran air yang dibutuhkan (m3/s)
V = Kecepatan aliran air yang melalui pipa (m/s)
A = Luas penampang pipa (m2) 



Perhitungan teknik Nielsen, untuk semua alat plambing kecepatan air dibatasi tidak melebihi 2,4 m/s. Apabila kecepatan air lebih dari 2,4 m/s maka akan timbul suara pluit dan suara berisik pada sambungan pipa, interval kecepatan air (1,8 sd 2,4)m/s. 

Menentukan ukuran pipa kita tetapkan suatu kecepatan asumsi yaitu 2 m/s, setelah itu didapatkan diameter yang dikehendaki berdasarkan gambar 01. barulah didapat kecepatan aliran air yang sesungguhnya. Kecepatan aliran air ini tidak boleh melebihi dari batas yang telah ditentukan yaitu 2,4 m/s. 

Menentukan ukuran pipa kita tetapkan suatu kecepatan asumsi yaitu 2 m/s, setelah itu didapatkan diameter yang dikehendaki berdasarkan gambar 01. barulah didapat kecepatan aliran air yang sesungguhnya. Kecepatan aliran air ini tidak boleh melebihi dari batas yang telah ditentukan yaitu 2,4 m/s. 

Adapun langkah-langkah perhitungannya adalah sebagai berikut: 
Contoh pada titik 1–3 untuk diameter pipa air bersih pada gambar 01 : 


Lihat jenis alat plambing yang akan dilalui oleh air yang melewati diameter pipa yang akan dicari. Pada titik 1 terdapat Water Closed (WC ). 
Tentukan nilai unit alat plambing dari tabel 02 : 
Dari tabel tersebut didapat untuk mempunyai unit beban alat plambing sebesar 3 WSFU ( Water Supply Fixture Units ). 
Tentukan laju aliran air dari tabel 02 : 
Dari tabel tersebut didapat laju aliran air sebesar 0,41 L/s. 
Cari diameter pipa dari gambar 01. dengan asumsi kecepatan aliran air tersebut 2 m/s. 
Dari tabel tersebut diameter yang mendekati adalah 15 mm. 
Perhitungan : 


Kemudian secara berturut turut dihitung berdasarkan lokasi alat plambing dan titik titik persimpangan daerah perpipaan. 

Adapun hasilnya adalah sesuai dengan table berikut : 



Tabel 03. Hasil perhitungan Diameter Pipa Air bersih




Gbr.02. Penempatan Pipa pada shaft

Sumber : 
  1. Panduan Sistem Bangunan Tinggi; Jimmy S. juwana,Ir,MSAE. 
  2. SISTEM MEKANIKAL GEDUNG; Pusat Bahan Ajar UMB; Yuriadi Kusuma\
  3. www.iapmo.org
  4. www.google.com 


Description: Diameter Pipa Air Bersih Untuk Bangunan Rating: 4.5 Reviewer: Priyo - ItemReviewed: Diameter Pipa Air Bersih Untuk Bangunan
Read more »»  

1.18.2013

Drainase dan Intensitas Curah Hujan

Bicara mengenai hujan, mungkin tidak akan habis dibicarakan dalam waktu singkat. Hujan merupakan rahmat dan karunia Tuhan untuk mahluk hidup yang ada di bumi. Dengan adanya hujan ini, tanah yang kering menjadi basah yang nantinya akan membawa kesuburan untuk tanaman dan tumbuhan. 

Hujan juga merupakan bahaya yang mengancam, apabila air yang diturunkan, volumenya melebihi batas tampung area yang menerima air hujan dan berjalan terus menerus. Hal ini diperparah dengan perencanaan system drainase yang kurang tepat, sehingga mengakibatkan banjir.


Baru baru ini masih hangat bagaimana ekonomi Jakarta terganggu selama beberapa hari, yang diakibatkan oleh hujan dalam durasi yang lama dan ditambah jebolnya tanggul di saluran banjir kanal barat di Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat. Banjir dijakarta ini juga mrengakibatkan korban tewas sebanyak 11 orang.
(detikNews/2013/01/18; 12:01:14 : BPNKB Korban tewas banjir DKI 11 orang).


Gbr. 01 Bundahan HI Banjir(fotodoc:merdeka.com)
Bagaimanakah merencanakan system drainase air hujan yang baik? 

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum menentukan system drainase yaitu mencari data intensitas air hujan dengan menggunakan alat ukur air hujan/Rain Gauge yang mengacu pada standar WMO (World Metrologi Organitation), kemudian barulah menentukan debit aliran air hujan di suatu daerah yang akan kita buat saluran drainasenya.


Sedangkan arti dari Intensitas curah hujan adalah jumlah curah hujan yang dinyatakan dalam tinggi hujan atau volume hujan tiap satuan waktu, yang terjadi pada satu kurun waktu air hujan terkonsentrasi (Wesli, 2008).

Ada banyak metode yang digunakan untuk merencanakan debit air hujan dan Intensitas air hujan, seperti Metode Rasional USSCS (1973), Metode Mononobe, Metode Van Breen, Metode Haspers & Der Weduwen, dll.

  1. Perencanaan Debit Air hujan dgn Metode Rasional USSCS (1973).

Metode ini digunakan untuk daerah yang luas pengalirannya kurang dari 300 ha (Goldman et.al., 1986, dalam Suripin, 2004). Metode Rasional dikembangkan berdasarkan asumsi bahwa curah hujan yang terjadi mempunyai intensitas seragam dan merata di seluruh daerah pengaliran selama paling sedikit sama dengan waktu konsentrasi (tc). Sehingga untuk menentukan debit air hujan yang perlu ditampung dalam saluran dapat digunakan Persamaan Matematik Metode Rasional yaitu : 

Q_hujan maks = 0,278.C.I.A

Dimana :
Q_hujan maks = debit maksimum (m3/detik)
C = koofisien aliran
I = curah hujan (mm/m2/jam)
A = luas area yang dihitung (km2)


Tabel 01. Koofisien Aliran









2. Perencanaan Itensitas Air hujan dgn Metode Mononobe

Metode mononobe yaitu dengan menggunakan persamaan sbb:

Dimana :

I   = Itensitas air hujan (mm/jam). 

R24 = Curah hujan rencana dalam suatu periode ulang, yang nilainya didapat dari tahapan sebelumnya (tahapan analisis frekuensi) atau curah hujan dalam 24 jam (mm/hari). 
t   = Lamanya curah hujan / durasi curah hujan (jam). 

Contoh kasus : jika anda ingin mengetahui intensitas curah hujan dari data curah hujan harian selama 5 menit, pengerjaannya adalah sebagai berikut (jika diketahui curah hujan selama satu hari bernilai 56 mm/hari) :











3. Perencanaan Itensitas air hujan Metode Van Breen

Berdasarkan penelitian Ir. Van Breen di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, curah hujan terkonsentrasi selama 4 jam dengan jumlah curah hujan sebesar 90% dari jumlah curah hujan selama 24 jam (Anonim dalam Melinda, 2007). 

Perhitungan intensitas curah hujan dengan menggunakan Metode Van Breen adalah sebagai berikut :







IT = Intensitas curah hujan pada suatu periode ulang (T tahun)

RT = Tinggi curah hujan pada periode ulang T Tahun(mm/hari)



Dengan nilai yang sama dengan nilai yang digunakan dalam Metode Mononobe, maka perhitungan intensitas curah hujan dengan Metode Van Breen, menghasilkan nilai sebagai berikut : 












Ternyata nilai intensitas curah hujan selama 5 menit dengan nilai curah hujan harian mencapai 56 mm/hari dengan menggunakan Metode Van Breen, nilainya lebih besar dibandingkan dengan perhitungan intensitas curah hujan menggunakan Metode Mononobe.

4. Perencanaan Itensitas air hujan Metode Haspers & Der Weduwen

Metode ini berasal dari kecenderungan curah hujan harian yang dikelompokkan atas dasar anggapan bahwa curah hujan memiliki distribusi yang simetris dengan durasi curah hujan lebih kecil dari 1 jam dan durasi curah hujan lebih kecil dari 1 sampai 24 jam ( Melinda, 2007 ). 

Perhitungan intensitas curah hujan dengan menggunakan Metode Haspers & der Weduwen adalah sebagai berikut :







Dimana : 
I     : Intensitas curah hujan (mm/jam)
R, Rt : Curah hujan menurut Haspers dan Der Weduwen
t     : Durasi curah hujan (jam)
Xt    : Curah hujan harian maksimum yang terpilih (mm/hari)


Dengan nilai contoh yang sama, akan tetapi dengan ditambah dengan durasi 60 menit :






















Setelah ditemukan nilai Itensitas dan debit air hujan, barulah dibuat saluran drainasenya yang sesuai dengan hasil perhitungan kubikasinya. 

Tambahan 
Untuk ukuran drainase air hujan dalam bangunan, dapat melihat spesifikasi pada table berikut :

Tabel 02 Ukuran saluran drainase utk bangunan


























SEMOGA BERMANFAAT.

sumber : 
  1. Panduan Sistem Bangunan Tinggi: Jimmy S. Juwana, Ir, MSAE.
  2. www.mtnugraha.wordpress.com/metode-intensitas-curah-hujan
  3. www.merdeka.com
Description: Drainase dan Intensitas Curah Hujan Rating: 4.5 Reviewer: Priyo - ItemReviewed: Drainase dan Intensitas Curah Hujan
Read more »»  

10.17.2012

Mendeteksi kecepatan internet

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi informasi mengenai Cara mendeteksi kecepatan internet pada komputer kita. Cara ini saya tujukan kepada para pemula, atau yang belum terbiasa dengan jaringan internet. 

Mendeteksi kecepatan data transfer pada computer kita yang terhubung pada jaringan Internet dapat dilakukan dengan menggunakan perintah “cmd/Command Prompt”. 
Command Prompt adalah sebuah perintah dos yang terdapat pada OS windows yang dapat memudahkan user dalam menjelajahi windows baik secara online maupun offline, dan aplikasi ini bisa juga disalahgunakan oleh seorang cracker untuk menjalankan aksi-aksinya hanya dengan menggunakan command prompt. 

Cara ini hanya berfungsi untuk mengdeteksi saja, bukan untuk mempercepat proses transfer data. Urutan perintahnya adalah sebagai berikut :
  1. Buka Program. Ketik “cmd” pada menu search/Run.
  2. Sesudah keluar tampilan”cmd” ketik ping 8.8.8.8 –t –l 1.
Ping(Packet Internet Group) yang berfungsi untuk melihat apakah ada hubungan antara komputer yang satu dengan yang lainnya dengan cara mengirimkan sejumlah packet data, Ping mengirimkan IP data ke suatu host dan mengukur waktu round trip dan menerima respon.

Gbr 01. Layar perintah pada Run/Search
                                     
 
Gbr 02. Layar cmd 

Kenapa kita harus mengetik ping 8.8.8.8 –t –l 1? 
Ping dimasudkan menghubungkan jaringan komputer yang kita gunakan, dan 8.8.8.8 adalah Domain Name server (DNS) dari google. Jadi diartikan menghubungkan computer kita dengan DNS google. 

Pada layar “cmd” akan muncul alamat dari DNS sever dan kecepatan transfer data per-bytesnya. Semakin kecil time transfer per bytes, semakin bagus data yang kita terima. Angka –t –l 1 berarti meminta packet data secara berulang untuk beban sebesar 1 bytesnya. 

Domain Name System (DNS) adalah ”Distribute Database System” yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan protokol TCP/IP. DNS merupakan sebuah aplikasi services yang biasa digunakan di Internet seperti web browser atau e-mail yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address. 

Kegunaan DNS: 
Ketika komputer client mencari komputer lain (X) dijaringan berbeda & tidak tahu berapa nomor IP Address-nya, maka komputer Client membutuhkan pertolongan komputer DNS Server untuk memberi tahu berapa nomor IP Address komputer X berdasarkan nama domain yang kita kirimkan ke komputer DNS Server.

Semoga bermanfaat.
Sumber :
1. Google.com
2. Data pribadi
Description: Mendeteksi kecepatan internet Rating: 4.5 Reviewer: Priyo - ItemReviewed: Mendeteksi kecepatan internet
Read more »»  

10.12.2012

Kebutuhan Air Bersih untuk Bangunan Tinggi

Air bersih penting bagi kehidupan manusia. Air adalah senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini dan menutupi hampir 71% permukaan Bumi. 

Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di Bumi. Air sebagian besar terdapat di laut dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap dan lautan es. Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air yaitu: melalui penguapan, hujan dan aliran air di atas permukaan tanah (run off, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut. 

Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperatur 273,15K(0 °C).(sumber :wikipedia.com).

Sekarang bagaimanakah kita tahu tentang kebutuhan air untuk gedung atau rumah kita? bagaimanakah menghitungnya? Berikut adalah teknik sederhana perancangan kebutuhan air dari beberapa sumber.

Dalam memperhitungkan kebutuhan air bersih yaitu dimaksudkan untuk memperoleh gambaran mengenai volume tangki penyimpanan air bersih yang perlu disediakan dalam suatu bangunan dan besaran kapasitas pompa yang diperlukan.

A. Kebutuhan keseharian.

Kebutuhan air bersih dapat dihitung berdasarkan :
  1. Jumlah pemakaian rata rata perhari per unit( orang, tempat duduk atau tempat tidur dan lain lain)seperti terlihat pada tabel 01. untuk air dingin dan tabel 02. untuk air panas.
  2. Jumlah dan jenis peralatan sanitair yang digunakan sperti terlihat pada tabel 04. 
  3. Beban peralatan sanitair pada tabel 05.


Tabel 01. Kebutuhan air bersih perhari

Tabel 02. Kebutuhan Air Panas

B. Kebutuhan Boiler.
Jika kebutuhan Boiler akan air panas mencapai jumlah yang cukup besar, seperti pada hotel, maka air yang dihasilkan diperoleh dari Boiler, dengan kebutuhan air dihitung :

V' air boiler = 20 /liter/PK/Jam

Kebutuhan air dapat juga dihitung dengan pendekatan luasan bangunan, seperti tabel 03 berikut.


Tabel 03. Kebutuhan air bangunan 

Atau jika dihitung berdasarkan pendekatan peruntukan, maka jumlah peralatan sanitair dapat dihitung seperti pada tabel berikut :

Tabel 04. jumlah Peralatan sanitair minimum 


Tabel 05. Beban peralatan sanitair

Bisa juga dihitung berdasarkan pendekatan penggunaan peralatan sanitair, maka kebutuhan air dapat ditentukan bedasarkan tabel berikut :
Tabel 06. Kebutuhan air perlatan sanitair














C. Kebutuhan Pencegahan dan pengendalian kebakaran


Sprinkler dan hydrant membutuhkan cadangan air yang diperhitungkan untuk jangka waktu selama 30 menit. Selang waktu ini diambil dengan asumsi bahwa jika api belum padam, maka petugas pemadam kebakaran sudah tiba dilokasi kebakaran.


V'air sprinklerΣsprinkler x 18 x 30 liter

V'air hydrant  = Σhidrant x 400 x 30 liter

D. Kebutuhan Tata udara Gedung.


Pada sistem tata udara, air diperlukan untuk air es yang disirkulasikan dari mesin chiller, AHU, cooling tower dan kembali lagi ke chiller. Disamping itu, air juga dibutuhkan untuk menurunkan suhu air pada proses yang terjadi pada cooling tower.


V'air sirkulasi  = 8 - 13 liter/menit/TR

V'air pendingin = 1,5 - ( 2% x V'air sirkulasi )

Adapun perkiraan polusi untuk bangunan dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 07 Perkiraan Polusi


















Jadi kebutuhan air bersih :
qdV' air boiler + V' air keseharian + V' air kebakaran + V' air AC
Dimana :
V' air keseharian = V' air dingin   + V' air Panas
V' air kebakaran = V' air sprinkler + V' air Hydrant
V' air AC        = V' air sirkulasi + V' air pendingin

Dengan diketahuinya kebutuhan air, qd, maka kapasitas tangki penampungan air dapat dihitung :


Volume tangki bawah tanah :  V'bt = 40% x qd 

Volume tangki atas        :   V'at = 15% x qd 

Volume tangki penyimpanan air minimal 60% dan volume tambahan tangki penyimpanan air bawah tanah berdasarkan luas lantai bangunan dapat pula dilakukan sebagaimana yang terlihat pada tabel berikut ini :

Tabel 08. Pakiraan Volume tambahan tangki bawah tanah












Untuk kapasitas pompa diambil pada kebutuhan air pada saat waktu puncak :

Qmaks = (c x  qd )/T  .......m3/menit
Dimana :
T : Waktu pemakaian air rata rata perhari
T : 8-10 Jam unutk kantor, hotel, aparteman, dan rumah sakit
T : 5-7  Jam untuk restoran, sekolah dan gedung pertemuan
c : Faktor pemakaian pda jam puncak ( c = 1,5 -2,0)

Kapasitas Pompa :

P  = ((0,163 x 1,2 ) x Qmaks x Ht x ɣair))/ n  ......... KW
Hh x n x 1,3
Dimana :
ɣair : berat jenis air ( = 1kg/liter)
Ht  : tinggi angkat total
h   : jarak dari lantai ke lantai
n   : jumlah lantai


Semoga membantu, salam.
Sumber : 
  1. Google.com
  2. wikipedia.com
  3. Sistem Bangunan Tinggi, Juwana Jimmy S, Ir, MSAE.
Description: Kebutuhan Air Bersih untuk Bangunan Tinggi Rating: 4.5 Reviewer: Priyo - ItemReviewed: Kebutuhan Air Bersih untuk Bangunan Tinggi
Read more »»  

Flag Counter